Perlu diketahui bahwa sesungguhnya setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah. Orang tua kita lah yang menjadikan kita nasrani, majusi, yahudi, dan sebagainya.
Allah SWT berfirman:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ ؕ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
(QS. Ar-Ra'd: Ayat 11)
Oleh karena itu, sebagai manusia yang terlahir dalam keadaan fitrah sudah seharusnya kita senantiasa berbuat baik. Karena dengan menjaga kebaikan, kita dapat mengembalikan diri kepada fitrah kita sejak lahir.
Berbuat baik adalah tanda ikhtiar kita sebagai manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta untuk mencapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.
Selain itu, pada setiap kebaikan yang kita lakukan, kita dapat menularkan kebaikan itu pada setiap orang yang berada di sekitar kita. Setiap kebaikan yang ada pasti akan menghasilkan kebaikan yang lainnya. Sebaliknya, setiap keburukan yang ada pasti akan menghasilkan keburukan yang lainnya pula.
Gimana sih biar kita istiqomah dalam berbuat kebaikan?
Dari berbagai kajian yang pernah aku ikuti, hal yang paling utama agar kita bisa istiqomah dalam kebaikan adalah kita perlu melakukan muhasabah diri. Muhasabah dilakukan agar kita bisa memperbaiki diri. Muhasabah dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tidak harus mengikuti kegiatan muhasabah akbar untuk bisa muhasabah diri. Contohnya sebelum tidur malam, kita bisa mengingat-ingat sehari ini sudah melakukan kebaikan dan keburukan apa saja.
Setelah itu, kita perlu mengingat keuntungan/keutamaan berbuat baik. Hal ini sangat perlu dilakukan ketika kita sedang futur. Perkembangan teknologi sekarang sudah semakin pesat. Kita bisa dengan mudah mengakses internet. Ada baiknya, internet yang ada kita manfaatkan untuk mencari ilmu dan mencari manfaat apa saja yang bisa kita dapatkan ketika berbuat baik. Kalau kita tahu apa saja manfaatnya, rasa semangat akan senantiasa berbuat baik akan muncul.
Selanjutnya, ketekunan dalam melaksanakan kebaikan sangatlah diperlukan. Biar sedikit yang penting istiqomah! Yang sedikit dan istiqomah lebih baik daripada banyak tapi cuma sekali saja. Mungkin pertama-tama harus dipaksa karena merasa berat. Tapi itu tidak masalah! Semua bisa karena terbiasa. Yuk, kita coba buat amalan-amalan andalan. Coba buat 1 amalan andalan dan lakukan dengan istiqomah. In syaa Allah itu akan sangat bermanfaat.
Kemudian kita harus bisa menghindarkan diri dari sikap berlebih-lebihan dalam berbuat kebaikan.
Memang betul, menjadi baik itu baik, tapi yang berlebih-lebihan itu juga tidak baik. Memaksakan diri itu tidak baik. Itu namanya kita menzalimi diri sendiri. Lebih baik berbuat kebaikan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.
Hal lain yang dapat membuat kita istiqomah dalam berbuat baik adalah menghibur diri dalam berbuat kebaikan. Nah, menghibur diri ini boleh loh agar kita tidak jenuh, tapi kita harus tahu batasannya yaaa.. Selain itu, ada baiknya kita menjalin hubungan dengan orang sholeh dan pejuang kebaikan. Pernah dengar cerita seseorang yang berteman dengan penjual parfum, kan? Nah seperti itu lah analoginya. In syaa Allah, apabila kita menjalin hubungan dengan orang sholeh/ah kita juga bisa menjadi sholeh/ah.
Cara yang terakhir, sebaiknya kita selalu menghadiri majelis ilmu. Saat kita berada di majelis ilmu, malaikat membentangkan sayapnya menaungi orang-orang yang berada di dalam majelis tersebut dan meng-aamin-kan setiap do'a di dalamnya.
"Jika orang lain melihatmu berbeda.
Yakinlah, engkau tidak terlihat berbeda di hadapan Allah."
-Panji Ramdana, 'Menuju Baik Itu Baik'-

berbuat baik, jangan diingat. lakukan dan lupakan, biarlah malaikat kanan mencatat dan Allah menjadi saksin dan membalas kebaikan :)
BalasHapusTerima kasih mas Fajar nasihatnya
Hapus