Kamis, 01 Mei 2014

Selamat Ulang Tahun, Cantik

Terik matahari yang masuk ke kamar menyilaukan pandanganku. Pandanganku menjadi kabur. Aku melamun di pinggir kasurku.

“Sasha…”
Aku mendengar ada seseorang yang memanggil namaku, tapi takku indahkan. Aku masih tenggelam dalam lamunanku. Teringat akan kejadian itu, ternyata sudah dua tahun berlalu. Tak terasa. Masa masa itu sudah kulewati tanpanya. Ku kira aku tak bisa bertahan karena kehilangannya.

Orang tadi, masih memandangiku dan menungguku rupanya. Ah, aku tetap tidak peduli. Aku terlalu sibuk dengan lamunanku sendiri. Mataku buram memandang sekelilingku. Mungkin, sesaat lagi aku akan jatuh pingsan. Semoga tidak, kuharap.

Dua tahun lalu. Hari yang benar-benar tak pernah bisa kulupakan. Hari itu aku mendapatkan kabar bahwa kamu telah pergi meninggalkanku untuk selamanya. Iya, kamu. Aku sempat kacau, tak mempercayai berita itu.

Esoknya, aku datang ke rumahmu untuk memastikan. Apa kamu tahu? Saat aku sampai di rumahmu, aku langsung diantarkan ke suatu tempat yang akhirnya membuat kakiku bergemetar di tempat itu, air mataku terjun bebas membasahi wajahku, bibirku memucat tak bisa berkata-kata. Tempat itu, tempat pemakaman umum. Aku melihat nisan bertuliskan namamu di atasnya. Mataku buram, aku tak sadarkan diri.

Orang yang ku abaikan sedari tadi ternyata sekarang duduk di hadapanku, masih memandangiku. Aku tersadar dari lamunanku.
Aku tersontak kaget melihat seseorang yang ada dihadapanku. Apa itu kamu? Atau aku masih belum tersadar dari lamunanku? Ah tidak mungkin. Bagaimana bisa kamu ada dihadapanku sekarang?

“Ka…..ka..kamu..” ucapku terbata-bata. Dia hanya tersenyum teduh. Benarkah itu kamu?

“Sha.. Aku pernah berjanji akan selalu ada di setiap ulang tahunmu, bukan? Akan aku tepati janjiku Sha. Selamat ulang tahun, cantik. Tak perlu lagi bermimpi bersamaku, karena aku ada di sini untuk kamu” ucapan itu diakhirnya dengan senyuman. Sesuatu yang selalu ku suka darinya.

“Van…”Begitulah aku memanggilnya. ”Kamu ada di sini? Kamu nggak akan pergi lagi kan? Terima kasih Van untuk semuanya.. Kamu selalu ingat hari bahagiaku, bahkan aku pun tak mengingat hari ini” Air mataku mengalir. Aku tak menyangka ini akan terjadi.
“Aku selalu ingat semua tentangmu Sha.. Sekarang tiup lilinnya ya” ucapnya

Aku memejamkan mataku untuk membuat harapan sebelum aku meniup lilin itu. Kemudian aku meniup lilin itu. Syukurlah, aku masih bisa merayakan ulang tahunku bersamamu lagi.

Saat aku membuka mata, kamu sudah tidak ada lagi dihadapanku. Kue ulang tahun, lilin ulang tahun, dan kamu. Hilang.
Ahh setidaknya aku senang hari ini. Kamu ada di sini bersamaku.


“Selamat ulang tahun, cantik.”

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.