Kalian ingat sosok pelatih paskibra yang pernah ku ceritakan? Saat ini aku teringat padanya, aku benar-benar rindu kehadirannya disini. Setiap hari aku benar-benar sangat merindukannya, disini aku berharap dan berdo'a agar suatu saat nanti aku bisa bertemu lagi dengannya. Aku yakin Tuhan akan menyatukan tangan kita lagi.
Teh Mirna adalah sosok orang yang punya semangat tinggi. Bisa dibilang beliau adalah tulang punggung keluarganya. Meskipun sibuk dengan pekerjaannya dia selalu menyempatkan waktu untuk sekiranya menengok keadaan adik-adiknya di paselsida. Bagi ku dan kami semua yang merupakan anggota paselsida, paselsida adalah keluarga dan rumah ke-2 kami semua setelah keluarga dirumah.
Beliau termasuk orang yang tegas, bertanggung jawab, jujur, tidak pernah mengeluh dan pandai menutupi segala sesuatu yang beliau rasakan.
Februari 2012
Saat itu sudah lama sekali beliau tidak menjenguk paselsida lagi. Aku mengerti, beliau juga harus bekerja dan waktu bekerjanya sudah tidak bisa dibagi lagi. Walau sudah lama tidak menjenguk, beliau selalu menanyakan kabar paselsida tiap harinya lewat bbm. Tiap hari bbm ku selalu berbunyi,setiap pagi, pulang sekolah dan malam. Saat kubuka bbm itu, selalu ada nama beliau yang tertera. Tidak pernah bosan aku menerimanya, aku malah sangat senang karena itu tandanya dia sangat sayang pada paselsida dan tidak melupakan paselsida. Setidaknya dia juga menanyakan bagaimana kabarku dan sering berbagi cerita padaku, sebaliknya begitu. Aku tidak mempunyai kakak perempuan, dengan begitu aku merasa bahwa aku punya kakak perempuan.
Maret 2012
Pada tanggal 18 Maret ada lomba paskibra di SMAN 2 bekasi. Saat itu paselsida tidak mengikuti lomba. Teh mirna tidak hanya mengajar di paselsida tapi juga di cibarusah. Saat itu aku, Afril, Dio dan Azzi pergi ke SMAN 2 bekasi sekiranya untuk menonton lomba tersebut sekaligus ingin bertemu dengan beliau karena sudah lama tidak bertemu. Aku ingat sekali pertama kali kami bertemu dengannya disana, saat aku ppm dengan beliau, beliau langsung merangkulku dan mengelus kepalaku seraya berkata "Dela, teteh kangen banget sama dela" aku tersenyum dan membalas perkataannya "Saya dan yang lain juga kangen sama teteh, kapan ke paselsida lagi teh?" "maaf udah jarang main ya dek, teteh kerja, nanti kalau ada waktu teteh pasti ke paselsida lagi"
Setelah itu kami masuk ke kelas yang ditempati cibarusah. Disana aku dikenalkan dengan akang/teteh dari cibarusah. Dan hanya aku yang dikenalkan, hanya aku.
Aku duduk dihadapan beliau, dan yang lain duduk di lain tempat karena beliau ingin berbicara berdua denganku. Pertama kali yang beliau tanyakan adalah
"Paselsida apa kabar dek? Kenapa hari ini nggak ikut lomba?"
"Baik teh. Kemarin kita habis UTS teh jadi latihannya kurang."
Disitu beliau member nasihat dan amanat kepadaku. Beliau berkata "Teteh emang udah lama nggak kesana, tapi teteh mau dela selalu ngasih tau teteh gimana keadaan paselsida. Jangan berantem-berantem sama temen-temennya, kalian itu keluarga. Kalau ada apa-apa cerita aja sama teteh. Badan teteh emang nggak disana tapi hati teteh selalu disana. Dijaga ya temen-temennya, do'a teteh nggak pernah terputus untuk paselsida mine"
Akhir-akhir itu beliau jadi sering sakit. Drop. Pertamanya dia terkena gejala tyfus, lalu batuk-batuk yang tak kunjung sembuh. Aku selalu bertanya-tanya "teteh sakit apa? cepat sembuh teh, dela kangen teteh" tapi beliau selalu bilang "teteh nggak sakit apa-apa dek, hanya perlu rehat sebentar dari kegiatan. mohon do'anya ya. teteh juga kangen kalian"
April 2012
Awal April ada pelantikan junior. Saat itu bisa dibilang banyak persiapan yang kurang, tapi angkatan 14 harus tetap bisa mengatasi itu semua, terlebih kelas 9 (angkatan 13) hanya bisa memantau karena sudah harus persiapan untuk UN 2012. Saat itu kurang lebih pukul 8 malam sedang ada sesi debat di kelas. Aku tidak ikut masuk ke kelas, aku menunggu ruangan. Tiba-tiba aku melihat seseorang masuk ke dalam sekolah, karena sangat gelap aku tidak bisa menangkap bayangan wajahnya. Semakin dekat aku semakin mengenalinya, yap benar Teh Mirna. Aku tidak menyangka beliau hadir, karena beliau sedang sakit. Aku langsung berjalan ke arahnya, ppm dengannya dan menahan air mata di pelupuk mata karena aku rindu padanya. Aku berjalan disampingnya, dia bertanya sambil terbatuk-batuk suaranya pun serak "Yang lain ada dimana dek?" aku menunjuk ke arah utara "disana teh, sedang sesi debat" aku berjalan ke kelas bersama beliau, masih tetap menahan air mata. Saat sampai di kelas, aku memanggil teman-temanku, aku yakin mereka juga sama sepertiku, rindu pada beliau. Saat mereka keluar aku sudah tidak sanggup menahan air mata, disitu aku dan yang lain langsung memeluk beliau sambil menangis. Waktupun terus berjalan.
Tiba diujung pelantikan yaitu "Renungan Suci" disitu Kang Dedi yang memberikan renungan suci. Semuanya menangis, mungkin ingat akan kesalahan-kesalahannya. Setelah itu kami berdiri dan menyium panji satu persatu. Kang Aldi pertamanya tidak ingin mencium karena beliau merasa bukan siapa-siapa dipaselsida, karena beliau merasa tidak pantas menciumnya karena belum bisa memberikan apa-apa untuk paselsida. Disitu air mata yang keluar semakin deras.
Sama halnya ketika giliran teh mirna yang menciumnya. Saat itu aku dan yang lain membuat lingkaran dan ditengah-tengahnya adalah teh mirna, masih menangis. Teh Mirna memberi nasihat-nasihat untuk kami semua. Dan apakah kalian tahu? pada saat itulah, terakhir kali kami bisa menangis bersama dengannya, memeluknya, mendengar suaranya, mendengar nasihat-nasihatnya.
Aku pun tidak pernah menyangka kalau itu pertemuanku dengan beliau yang terakhir kalinya.
Mei 2012
Pada tanggal 26 Mei 2012 kami akan mengikuti lomba di SMP As-Syafi'iyah. Ini lomba ke 2 yang nggak dilatih beliau setelah di Al-Azhar tahun lalu. Setiap hari aku selalu bbman dengan teh mirna, masih tetap sama beliau masih sakit. Bahkan batuknya semakin parah. Aku selalu berdo'a yang terbaik untuk beliau, agar beliau bisa sehat kembali dan kembali ke paselsida dengan sehat.
Seminggu sebelum lomba, tepatnya hari jum'at aku dan yang lain latihan disekolah. Saat itu aku merasakan kerinduan yang teramat sangat dengan hadirnya teh mirna. Tiba-tiba aku seperti melihat sosok beliau erjalan di depan sekolah. Aku berkata "ada teh mirna, teh mirna datang" tapi nyatanya itu hanya hayalan ku saja, yang lain sama sekali tidak melihat apapun. Aku mencoba menurunkan emosi dari dalam diriku yang sebenarnya sudah tak tertahan lagi, aku sangat rindu.
Kami berlatih vafor baru, saat itu kami semua berkata "ayoo kita latihan vafornya yang bagus biar nanti kalau teh mirna liat kita udah bagus gerakannya"
Keesokan harinya tepat pada tanggal 19 Mei 2012, entah mengapa aku masih merasakan hal yang sama seperti sebelumnya. Kerinduan itu semakin menghantuiku. Saat itu banyak purna yang hadir, tidak seperti biasanya. Saat kang Aldi datang kurang lebih pukul 12, kami sedang duduk dikoridor kelas. Kang Aldi berkata "keluarin hp semuanya, purna juga kita sms teh mirna bareng-bareng, kasih semangat ke beliau biar beliau cepat sembuh" dengan cepat aku mengambil hpku dari dalam tas. Kang aldi berkata lagi "ketik dulu ya jangan dikirim sebelum ada intruksi, kita kirim bareng-bareng"
"Teh semangat ya teh, teteh harus cepet sembuh:) saya do'ain teteh cepet sembuh biar teteh bisa latihan lagi bareng kita, panas-panasan lagi bareng kita. Kita kangen dilatih sama teteh lagi, cepet sembuh ya teh. Kita kangen teteh. Semangat teh:D"
Kurang lebih aku sms seperti itu. Setelah itu kami menekan tombol "send" secara bersamaan dengan harapan beliau membaca dan membalasnya. waktupun berjalan
Saat Ashar kami sudah selesai latihan, kami kumpul bersama bercanda tawa. Saat itu juga, aku rasa Allah mendengar do'aku. Aku rasa Allah benar-benar menyembuhkan penyakit beliau, aku yakin pasti itu yang terbaik. Aku dan Risdela adalah orang pertama dari angkatan 14 yang mengetahui kabar itu. Aku merasa hatiku hancur, air mataku sudah tak tertahan lagi. Saat itu aku merasakan sakit yang sangat teramat, aku merasakan luka yang begitu dalam, aku merasa kepahitan dihati. Kalian tahu? Allah memang benar telah mengabulkan do'aku, Allah telah mengangkat penyakit yang diderita teh mirna sekaligus Allah juga mengangkat beliau untuk kembali ke sisi-Nya.
saat itu dalam do'a aku meminta dan aku berterimakasih kepada Allah
"YaAllah, aku tahu apapun yang Engkau berikan padaku dan kami semua adalah yang terbaik. Kau selalu mengabulkan do'a hamba-hambaMu. Sekarang Kau telah mengabulkan do'a ku, Kau menyembuhkan teh mirna. Meski sulit, terimakasih yaAllah terimakasih untuk semuanya. Ku mohon jaga beliau disana, berikan beliau tempat yang terindah di sisiMu yaAllah. Amin"
Selamat jalan teh, terimakasih untuk semuanya. Dela selalu sayang teteh, do'a dela insyaAllah nggak pernah terputus untuk teteh. Terimakasih teteh udah pernah sayang dela, bagi dela teteh adalah kakak, senior, pelatih, teman, sahabat untuk dela. Teteh nggak akan pernah tergantikan.
Postingan ini dela dedikasikan untuk teteh. Dela ngebuat ini karena hari ini bertepatan dengan 6 bulan kepergian teteh.
Dari orang yang akan selalu merindukan dan menyangimu,
Delaneira Rachmita Putri
Teh Mirna adalah sosok orang yang punya semangat tinggi. Bisa dibilang beliau adalah tulang punggung keluarganya. Meskipun sibuk dengan pekerjaannya dia selalu menyempatkan waktu untuk sekiranya menengok keadaan adik-adiknya di paselsida. Bagi ku dan kami semua yang merupakan anggota paselsida, paselsida adalah keluarga dan rumah ke-2 kami semua setelah keluarga dirumah.
Beliau termasuk orang yang tegas, bertanggung jawab, jujur, tidak pernah mengeluh dan pandai menutupi segala sesuatu yang beliau rasakan.
Februari 2012
Saat itu sudah lama sekali beliau tidak menjenguk paselsida lagi. Aku mengerti, beliau juga harus bekerja dan waktu bekerjanya sudah tidak bisa dibagi lagi. Walau sudah lama tidak menjenguk, beliau selalu menanyakan kabar paselsida tiap harinya lewat bbm. Tiap hari bbm ku selalu berbunyi,setiap pagi, pulang sekolah dan malam. Saat kubuka bbm itu, selalu ada nama beliau yang tertera. Tidak pernah bosan aku menerimanya, aku malah sangat senang karena itu tandanya dia sangat sayang pada paselsida dan tidak melupakan paselsida. Setidaknya dia juga menanyakan bagaimana kabarku dan sering berbagi cerita padaku, sebaliknya begitu. Aku tidak mempunyai kakak perempuan, dengan begitu aku merasa bahwa aku punya kakak perempuan.
Maret 2012
Pada tanggal 18 Maret ada lomba paskibra di SMAN 2 bekasi. Saat itu paselsida tidak mengikuti lomba. Teh mirna tidak hanya mengajar di paselsida tapi juga di cibarusah. Saat itu aku, Afril, Dio dan Azzi pergi ke SMAN 2 bekasi sekiranya untuk menonton lomba tersebut sekaligus ingin bertemu dengan beliau karena sudah lama tidak bertemu. Aku ingat sekali pertama kali kami bertemu dengannya disana, saat aku ppm dengan beliau, beliau langsung merangkulku dan mengelus kepalaku seraya berkata "Dela, teteh kangen banget sama dela" aku tersenyum dan membalas perkataannya "Saya dan yang lain juga kangen sama teteh, kapan ke paselsida lagi teh?" "maaf udah jarang main ya dek, teteh kerja, nanti kalau ada waktu teteh pasti ke paselsida lagi"
Setelah itu kami masuk ke kelas yang ditempati cibarusah. Disana aku dikenalkan dengan akang/teteh dari cibarusah. Dan hanya aku yang dikenalkan, hanya aku.
Aku duduk dihadapan beliau, dan yang lain duduk di lain tempat karena beliau ingin berbicara berdua denganku. Pertama kali yang beliau tanyakan adalah
"Paselsida apa kabar dek? Kenapa hari ini nggak ikut lomba?"
"Baik teh. Kemarin kita habis UTS teh jadi latihannya kurang."
Disitu beliau member nasihat dan amanat kepadaku. Beliau berkata "Teteh emang udah lama nggak kesana, tapi teteh mau dela selalu ngasih tau teteh gimana keadaan paselsida. Jangan berantem-berantem sama temen-temennya, kalian itu keluarga. Kalau ada apa-apa cerita aja sama teteh. Badan teteh emang nggak disana tapi hati teteh selalu disana. Dijaga ya temen-temennya, do'a teteh nggak pernah terputus untuk paselsida mine"
Akhir-akhir itu beliau jadi sering sakit. Drop. Pertamanya dia terkena gejala tyfus, lalu batuk-batuk yang tak kunjung sembuh. Aku selalu bertanya-tanya "teteh sakit apa? cepat sembuh teh, dela kangen teteh" tapi beliau selalu bilang "teteh nggak sakit apa-apa dek, hanya perlu rehat sebentar dari kegiatan. mohon do'anya ya. teteh juga kangen kalian"
April 2012
Awal April ada pelantikan junior. Saat itu bisa dibilang banyak persiapan yang kurang, tapi angkatan 14 harus tetap bisa mengatasi itu semua, terlebih kelas 9 (angkatan 13) hanya bisa memantau karena sudah harus persiapan untuk UN 2012. Saat itu kurang lebih pukul 8 malam sedang ada sesi debat di kelas. Aku tidak ikut masuk ke kelas, aku menunggu ruangan. Tiba-tiba aku melihat seseorang masuk ke dalam sekolah, karena sangat gelap aku tidak bisa menangkap bayangan wajahnya. Semakin dekat aku semakin mengenalinya, yap benar Teh Mirna. Aku tidak menyangka beliau hadir, karena beliau sedang sakit. Aku langsung berjalan ke arahnya, ppm dengannya dan menahan air mata di pelupuk mata karena aku rindu padanya. Aku berjalan disampingnya, dia bertanya sambil terbatuk-batuk suaranya pun serak "Yang lain ada dimana dek?" aku menunjuk ke arah utara "disana teh, sedang sesi debat" aku berjalan ke kelas bersama beliau, masih tetap menahan air mata. Saat sampai di kelas, aku memanggil teman-temanku, aku yakin mereka juga sama sepertiku, rindu pada beliau. Saat mereka keluar aku sudah tidak sanggup menahan air mata, disitu aku dan yang lain langsung memeluk beliau sambil menangis. Waktupun terus berjalan.
Tiba diujung pelantikan yaitu "Renungan Suci" disitu Kang Dedi yang memberikan renungan suci. Semuanya menangis, mungkin ingat akan kesalahan-kesalahannya. Setelah itu kami berdiri dan menyium panji satu persatu. Kang Aldi pertamanya tidak ingin mencium karena beliau merasa bukan siapa-siapa dipaselsida, karena beliau merasa tidak pantas menciumnya karena belum bisa memberikan apa-apa untuk paselsida. Disitu air mata yang keluar semakin deras.
Sama halnya ketika giliran teh mirna yang menciumnya. Saat itu aku dan yang lain membuat lingkaran dan ditengah-tengahnya adalah teh mirna, masih menangis. Teh Mirna memberi nasihat-nasihat untuk kami semua. Dan apakah kalian tahu? pada saat itulah, terakhir kali kami bisa menangis bersama dengannya, memeluknya, mendengar suaranya, mendengar nasihat-nasihatnya.
Aku pun tidak pernah menyangka kalau itu pertemuanku dengan beliau yang terakhir kalinya.
Mei 2012
Pada tanggal 26 Mei 2012 kami akan mengikuti lomba di SMP As-Syafi'iyah. Ini lomba ke 2 yang nggak dilatih beliau setelah di Al-Azhar tahun lalu. Setiap hari aku selalu bbman dengan teh mirna, masih tetap sama beliau masih sakit. Bahkan batuknya semakin parah. Aku selalu berdo'a yang terbaik untuk beliau, agar beliau bisa sehat kembali dan kembali ke paselsida dengan sehat.
Seminggu sebelum lomba, tepatnya hari jum'at aku dan yang lain latihan disekolah. Saat itu aku merasakan kerinduan yang teramat sangat dengan hadirnya teh mirna. Tiba-tiba aku seperti melihat sosok beliau erjalan di depan sekolah. Aku berkata "ada teh mirna, teh mirna datang" tapi nyatanya itu hanya hayalan ku saja, yang lain sama sekali tidak melihat apapun. Aku mencoba menurunkan emosi dari dalam diriku yang sebenarnya sudah tak tertahan lagi, aku sangat rindu.
Kami berlatih vafor baru, saat itu kami semua berkata "ayoo kita latihan vafornya yang bagus biar nanti kalau teh mirna liat kita udah bagus gerakannya"
Keesokan harinya tepat pada tanggal 19 Mei 2012, entah mengapa aku masih merasakan hal yang sama seperti sebelumnya. Kerinduan itu semakin menghantuiku. Saat itu banyak purna yang hadir, tidak seperti biasanya. Saat kang Aldi datang kurang lebih pukul 12, kami sedang duduk dikoridor kelas. Kang Aldi berkata "keluarin hp semuanya, purna juga kita sms teh mirna bareng-bareng, kasih semangat ke beliau biar beliau cepat sembuh" dengan cepat aku mengambil hpku dari dalam tas. Kang aldi berkata lagi "ketik dulu ya jangan dikirim sebelum ada intruksi, kita kirim bareng-bareng"
"Teh semangat ya teh, teteh harus cepet sembuh:) saya do'ain teteh cepet sembuh biar teteh bisa latihan lagi bareng kita, panas-panasan lagi bareng kita. Kita kangen dilatih sama teteh lagi, cepet sembuh ya teh. Kita kangen teteh. Semangat teh:D"
Kurang lebih aku sms seperti itu. Setelah itu kami menekan tombol "send" secara bersamaan dengan harapan beliau membaca dan membalasnya. waktupun berjalan
Saat Ashar kami sudah selesai latihan, kami kumpul bersama bercanda tawa. Saat itu juga, aku rasa Allah mendengar do'aku. Aku rasa Allah benar-benar menyembuhkan penyakit beliau, aku yakin pasti itu yang terbaik. Aku dan Risdela adalah orang pertama dari angkatan 14 yang mengetahui kabar itu. Aku merasa hatiku hancur, air mataku sudah tak tertahan lagi. Saat itu aku merasakan sakit yang sangat teramat, aku merasakan luka yang begitu dalam, aku merasa kepahitan dihati. Kalian tahu? Allah memang benar telah mengabulkan do'aku, Allah telah mengangkat penyakit yang diderita teh mirna sekaligus Allah juga mengangkat beliau untuk kembali ke sisi-Nya.
saat itu dalam do'a aku meminta dan aku berterimakasih kepada Allah
"YaAllah, aku tahu apapun yang Engkau berikan padaku dan kami semua adalah yang terbaik. Kau selalu mengabulkan do'a hamba-hambaMu. Sekarang Kau telah mengabulkan do'a ku, Kau menyembuhkan teh mirna. Meski sulit, terimakasih yaAllah terimakasih untuk semuanya. Ku mohon jaga beliau disana, berikan beliau tempat yang terindah di sisiMu yaAllah. Amin"
Selamat jalan teh, terimakasih untuk semuanya. Dela selalu sayang teteh, do'a dela insyaAllah nggak pernah terputus untuk teteh. Terimakasih teteh udah pernah sayang dela, bagi dela teteh adalah kakak, senior, pelatih, teman, sahabat untuk dela. Teteh nggak akan pernah tergantikan.
Postingan ini dela dedikasikan untuk teteh. Dela ngebuat ini karena hari ini bertepatan dengan 6 bulan kepergian teteh.
Dari orang yang akan selalu merindukan dan menyangimu,
Delaneira Rachmita Putri
